Rabu, 26 Januari 2011

MANFAAT BARANG BEKAS

- Jangan Buang Gelas Retak
Gelas yang retak tidak layak digunakan untuk minum. Akan tetapi, jangan lekas dibuang. Dengan sentuhan cat pada gelas, dapat dimanfaatkan untuk wadah alat tulis atau alat-alat yang lainnya. Cara yang lebih mudah dengan menempelkan stiker yang menarik sesuai keinginan. Selamat mencoba!

- Manfaat Lain Sabun Sulfur
Sabun yang mengandung sulfur atau belerang banyak digunakan sebagai sabun kecantikan yang bisa membuat kulit menjadi lebih putih dan mengobati beberapa penyakit kulit. Namun, jika sudah mengecil jangan dulu dibuang, manfaatkan sebagai sabun pencuci sink, wastafel, dan lantai kamar mandi. Kandungan sulfur dalam sabun ternyata mampu melibas kotoran dan noda yang menempel.

- Lampion dari Kaleng Bekas
Kaleng bekas makanan ringan ternyata dapat digunakan sebagai lampion. Caranya, buang label kaleng, kemudian lubangi sesuai pola yang diinginkan. Setelah itu, tempatkan Win di tengah kaleng. Lampion dari kaleng bekas dapat dimanfaatkan untuk acara-acara diluar ruangan, misalnya pesta kebun.

- Memanfaatkan Payung Rusak
Payung yang rusak sebaiknya jangan lekas dibuang atau dijual ke tukang besi. Manfaatkan payung rusak tersebut untuk menjemur pakaian bayi. Caranya, buang semua bahan perasut yang menyelubungi rangka payung. Gantungkan payung dengan posisi terbalik. Nah pakaian bayi pun sudah bisa dijemur.

- Memanfaatkan Limbah Kayu
Limbah potongan kayu mirip buah yang diparut kasar. Limbah ini biasanya banyak terdapat di tukang kayu dan sering dibuang begitu saja. Padahal limbah ini memiliki manfaat sebagai bahan dasar kerajinan untuk menghias rumah. Salah satu contoh, rekatkan limbah kayu tersebut ke karton yang sudah Anda bentuk menjadi bingkai menggunakan lem kayu, sehingga menjadi sebuah bingkai yang cantik.

- Memanfaatkan Stik Sisa Es Krim
Jika anak Kita gemar makan es krim, terutama es krim stik, kayunya dapat dimanfaatkan untuk membentuk keranjang buah, tempat tisu, tempat dudukan telepon genggam atau figura foto. Caranya cukup mudah. Stik es krim disusun sedemikian rupa, kemudian dilem dengan menggunakan lem kayu. Kreasikan sesuai bentuk yang diinginkan.

- Manfaatkan Mozaik Keramik Pecah untuk Lantai
Barang yang pecah dan terlihat tidak berguna memiliki kegunaan lain dan keunggulannya sendiri. Jika digunakan dengan kreatif pada lantai atau dinding rumah, akan dihasilkan kesan mozaik yang cukup menawan. Keramik yang digunakan dari bekas bangunan dan keramik baru yang mengalami ‘kecelakaan’. Warna-warna yang berlainan dari keramik-keramik ini justru bisa menjadi daya tarik utama yang elok dipandang.

DUNIA USAHA

Kekhawatiran itu bagaikan kursi goyang. Ia memberi kita kesibukan, tetapi tidak membawa kita ke mana-mana.
Dalam memulai, mengembangkan, maupun mempertahahankan dunia usaha, seringkali entrepreneur dihinggapi banyak ketakutan. Takut jika bisnisnya gagal, takut rugi, dan takut yang lainnya. Bukan berarti itu tidak boleh sama sekali. Namun, hendaknya seorang entrepreneur mampu memberikan porsi yang tepat untuk hal ini.
Harus dibedakan antara sikap hati-hati dan sikap takut. Sebab, hal ini tidak akan pernah menghasilkan apapun. Bertahun-tahun kita khawatir, maka selama itu pula hasilnya tidak terwujud sama sekali.
Kekhawatiran hanya akan membuat kita menjadi kaku, tidak bisa berkata apa-apa, bingung dan tidak bisa melakukan tindakan apapun. Inilah musuh utama dalam dunia usaha.
Kini saatnya untuk menikmati pilihan kita : dunia usaha. Atas semua situasinya, atas semua fasenya. Akan lebih baik hasilnya daripada hanya sekadar takut dan khawatir. Ada dua kata untuk hal ini : HENTIKAN dan LUPAKAN.
Dengan begitu, maka akan semakin banyak karya yang bisa kita hasilkan. Kekhawatiran sering membunuh kita, kreativitas kita, tindakan-tindakan kita dan membuat kita menjadi seorang yang apatis.
Tentu saja hal ini berbahaya dalam dunia usaha. Kalau bisa kita mengurangi kekhawatiran kita dan mencoba untuk melakukan hal yang positif, maka setiap hari, setiap saat, setiap tindakan kita akan menjadi lebih tenang.
Satu hal yang penting adalah cobalah memikirkan solusi terbaik yang bisa dilakukan saat ini. Daripada Anda khawatir seperti duduk pada rocking chair dan terus menggoyang-goyangkan kursi tanpa arah dan tujuan. Alangkah lebih baik apabila kita menyalurkan kemampuan dan tindakan kita pada hal-hal yang jauh lebih positif.
Inilah yang sering ada pada masyarakat kita. Jika kita melihat ke pola hidup masyarakat desa, mereka lebih terlihat nerimo dengan penghasilan yang diterima. Dengan slogannya alon-alon asal klakon permasalahan sering dianggap enteng.
Apalagi dengan pepatah yang tak kalah tenarnya : Mangan ora mangan sing penting kumpul. Mereka tidak tertantang untuk melakukan hal lebih. Dunia usaha jauh dari jangkauan pemikiran mereka.
Walaupun kehidupannya serba kekurangan, mereka akan tetap enjoy asalkan masih bisa hidup bersama. Rutinitas, kenyamanan menjadi ciri kentalnya. Sangat sedikit yang berani keluar dari zona nyamannya dan melakukan sesuatu yang berbeda, termasuk terjun ke dunia usaha.
Jumlah yang sedikit inilah yang kemudian menjadi bukti kesuksesan. Lalu, termasuk golongan yang manakah posisi Anda sekarang ini?
Ingat, dunia usaha pun seperti manusia. Dari kecil, dewasa dan mati. Bisnis berjalan berdasarkan usia. Semakin dewasa, maka semakin matang. Peluang pun semakin luas.
Bisnis semakin terasah melalui perjalanan hidup. Modal yang terpenting adalah pengalaman. Ketika ingin maju, maka di awal bisnis kita harus menguasai penuh bisnis yang kita jalankan.
Menjadi keniscayaan bahwa seorang pengusaha mengetahui produk yang dijual secara detail dan matang. Dalam dunia usaha, intinya adalah selalu mencoba dan berinovasi.
Sistem yang digunakan hendaknya selalu diperbaiki dan berkembang sesuai pola pikir kita. Dari sisi SDM, pengkaderan harus tetap terjaga. Harapannya, tidak ada kekagetan jika harus berhadapan dengan problem. Dengan begitu, jalan keluar akan mudah dicapai.
KISAH KU TANPA MU 

      JENUH. . . Malam ini suasana malam minggu paling SEPI yang pernah aku alami sepanjang 2 tahun belakangan ini. Tak ada lagi tawa canda dari gadis manja yang belakangan ini bersikap dingin terhadapku. Huft. . . DASAR GADIS ANEH !!! Baru beberapa bulan lalu dia menangis dan berkata "Jangan tinggalkan aku ya. . .". Tapi sekarang malah dia yang menghilang seperti ditelan bumi, "kemana dia ? Tak tahukah bahwa aku sangat merasa kesepian tanpanya". 3 minggu telah berlalu, masih saja dia diam tanpa kabar. GELISAH aku dibuatnya. "Sayang. . . Apa kamu baik-baik saja disana ? Apa kamu masih mengingat aku yang begitu merindukan hadirmu ? Kenapa kamu menghilang begitu saja ? Tak pernahkah kamu berfikir tentang perasaanku yang amat sangat takut kehilanganmu ?" Sikap dinginmu belakangan ini membuatku bingung tak mengerti, Ditambah kepergianmu yang tiba-tiba dan tanpa pamit, semakin membuatku tak mengerti "Ada apa denganmu ?". Lelah aku dibuatnya. Diamnya tak berarti apapun buatku, mungkin semua salahku yang tak pernah menyadari betapa berharga kehadirannya bagiku. Dia yang selalu bilang, "Sayang. . . Kenapa kamu selalu diam, hanya tatapan mata yang selalu aku lihat saat didekatku, kenapa kamu tak pernah berkata apapun ? Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan, UCAPKANLAH. . . Karena aku akan sangat senang kalau kamu mau terbuka terhadapku". Tapi aku tetap saja diam. Jujur. . . Aku ingin sekali ngomong sesuatu sama dia, tapi rasanya sulit. Andai saja aku masih punya waktu untuk bisa bersama dia lagi, ingin rasanya ku katakan semua padanya, mungkin tak akan seresah ini jadinya. ". . .Tak mampu ku urai kata saat didekatmu, Lidah ku seakan kaku ketika ku tatap matamu, Banyak waktu yang ku lewatkan tanpamu, Memang ku telah terbiasa jauh darimu, Tapi tetap saja hatiku tak siap jika harus kehilanganmu, Sudah cukup rasa sepiku menanti hadirmu, Dan biarkan dentingan waktu yang membelai syahduku, Rasa sayangmu sudah cukup luas bagiku, Hingga ku tak mampu menampungnya dalam jiwaku, Kamu terlalu berarti untukku, Terlalu berharga dalam hidupku, Dan kamu harus tahu itu ! Mungkin aku bodoh, Tak mampu manfaatkan waktu tuk ungkapkan perasaanku itu ketika didekatmu, Tapi semua bukan mauku untuk diam, Hanya saja. . . . Getir nadiku tak mampu tertahan saat kamu genggam jemariku, Yang membuat semua kata musnah ditelan rasa malu, Malu tuk mengakui bahwa "Aku deg deg an dekat kamu" tapi sayangnya. . . Kamu tetap saja masih keras kepala, Yang tak mengerti arti diamku, Aku benci ketika kamu tanyakan "Kamu sayang ga sama Aku ?" Harusnya kamu tak perlu tanyakan itu, Harusnya kamu bisa rasakan tanpa harus ku katakan, Namun rasa ragumu menutup rasa percayamu padaku, Entah karena apa ? Mungkin karena kesalahan yang dulu pernah ku lakukan, Tapi semua telah berlalu, Kenapa kamu masih permasalahkan hal itu ? "Tak cukup pantaskan Aku untukmu ?" Sayang. . . . . Ku mohon mengertilah aku, Dan pahamilah perasaanku, Tak perlu kau tanyakan lagi, "Sebesar apa rasa sayangku padamu ?" Karena terlalu besar, hingga tak mampu ku jelaskan padamu, Aku menyayangimu lebih dari yang kamu tahu, Jika nanti jarak tak sependapat dengan hubungan kita, Berjanjilah. . . . . Ingat aku ketika hujan turun, Lihat aku saat bintang bersinar, dan Rasakan aku dalam setiap hembusan angin, Karena disaat itulah, "Aku hadir untuk menggenggam jemarimu, menguatkan saat kamu lemah, menemanimu ketika kamu kesepian" Jika saja mampu ku katakan, Ingin ku meminta satu hal padamu, "Beri aku 3 Alasan, kenapa kau pilih aku ? Kenapa kau menyayangiku ? Agar aku yakin kau terbaik untukku". . ." Tapi semu telah tak berarti, dia telah pergi, dan mungkin tak akan kembali. Mungkin dia lelah bertahan untukku yang selama ini selalu diam dan diam. Andai saja dia bisa mengerti arti diamku selama ini, mungkin dia tak akan meninggalkanku seperti ini. "Oh Tuhan. . . Bantu aku melupakan dia yang telah pergi, aku tak ingin terus-menerus tersiksa penyesalan yang tak berarti, penyesalan yang mungkin hanya akan membuatku semakin terluka dan terpuruk masa lalu yang terus menghantuiku".

Pantun

Tingkap papan kayu bersegi,
Sampan sakat di Pulau Angsa;
Indah tampan kerana budi,
Tinggi bangsa kerana bahasa.
===========================
Buah berangan masaknya merah,
Kelekati dalam perahu;
Luka di tangan nampak berdarah,
Luka di hati siapa yang tahu.
=============================
Dari mana punai melayang,
Dari paya turun ke padi;
Dari mana datangnya sayang,
Dari mata turun ke hati.
============================
Pucuk pauh delima batu,
Anak sembilang di tapak tangan;
Tuan jauh di negeri satu,
Hilang di mata di hati jangan.
==================================
Kalau tuan jalan ke hulu,
Carikan saya bunga kemboja;
Kalau tuan mati dahulu,
Nantikan saya di pintu syurga.
=========================
Halia ini tanam-tanaman,
Ke barat juga akan condongnya;
Dunia ini pinjam-pinjaman,
Akhirat juga akan sungguhnya.
==========================
Malam ini merendang jagung,
Malam esok merendang serai;
Malam ini kita berkampung,
Malam esok kita bercerai.
========================

Puisi

Pengorbananku

Beribu cinta datang padaku, beribu penolakan kuberikan
Beribu harapanku padamu, namun belum jua tersapa salamku padamu
Belum berpihak jua cintamu padaku

Samudra mana yang tak pernah kusebrangi ?
Gunung mana yang tak pernah kudaki ?
Langit mana yang tak pernah kutatapi ?
Dan daratan mana yang tak pernah kujejaki ?
Hanya demi melihat senyummu, hanya demi mendengar suaramu
Dan hanya demi merasakan keberadaanmu
Jawablah wahai Pujaanku . . .

Seberapa dalam lagi ku harus terjatuh ?,
Seberapa tinggi lagi ku harus melompat ?,
Seberapa jauh lagi ku harus berlari ?
Dan seberapa cahaya lagi ku harus terangi kegelapan ini ?
Jawablah wahai Pujaanku . . .

Seberapa jauh lagi pengorbananku ?
Sampai kapan aku harus menunggumu ?
Tahukah kau waktu trus berputar ?